Kurikulum yang berkembang sekarang ini di negara republik indonesia sangat berkembang dengan pesat terutama di kampus yang berasaskan komputer, dimana kurikulum Software Engineering merupakan bagian dari kampus yang berasaskan komputer, yang merupakan disiplin ilmu dan ada juga yang merupakan prodi/jurusan software engineering.
Software engineering pertama kali di kenal pada saat konferensi di Garmisch Partenkirchen tahun 1968, konfrensi tersebut adalah konfrensi untuk mencari solusi dari krisis software yang tengah terjadi. Krisis software mulai mewabah sejak munculnya komputer generasi ke tiga, dimana software yang dihasilkan menjadi lebih besar dan kompleks, biaya hardware turun dan biaya software meningkat, hal ini terjadi sekitar tahun 1960an.
Istilah software engineering, pertama kali digunakan pada akhir tahun 1950-an dan sekitar awal 1960-an. Pada tahun 1968, NATO menyelenggarakan konferensi tentang software engineering di Jerman dan kemudian dilanjutkan pada tahun 1969. Meski penggunaan kata software engineering dalam konferensi tersebut menimbulkan debat tajam tentang aspek engineering dari pengembangan perangkat lunak, banyak pihak yang menganggap konferensi tersebutlah yang menjadi awal tumbuhnya profesi rekayasa perangkat lunak. Pada sebuah conference bertema pengembangan software di tahun 1969, yang dipicu terjadinya software krisis di dunia. Software krisis muncul karena lahirnya komputer generasi ke 3 yang sudah mulai menggunakan IC, bentuk komputer lebih kecil dan perubahan berbagai teknologi semakin memudahkan kita mengembangkan software berskala besar. Masalahnya, ini tidak diimbangi oleh adanya metodologi yang tepat berhubungan dengan bagaimana software yang kompleks dikembangkan. Industri dan pengembangan software tidak bisa lagi dipandang lagi seperti industri kerajinan tangan atau perkebunan. Pendekatan informal tidak cukup efektif baik secara biaya, waktu dan kualitas dalam pengembangan software. Metodologi dan proses yang standard, termasuk juga software engineering body of knowledge kemudian disusun dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan riset dan teknologi. Software engineering menjelma menjadi sebuah disiplin ilmu baru. Pekerjaan yang diharapkan para mahasiswa/i jurusan computing di berbagai dunia, yaitu Software Engineer.
Dalam Computing Curricula 2005 yang diterbitkan oleh IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers), Software Engineering merupakan salah satu jurusan yang diakuinya. Ada lima jurusan yang terdapat dalam IEEE Computing Curricula 2005, yaitu :
1. Computer Engineering (CE, Teknik Komputer)
2. Computer Science (CS, Ilmu Komputer)
3. Information Systems (IS, Sistem Informasi)
4. Information Technology (IT, Teknologi Informasi)
5. Software Engineering (SE, Rekayasa Perangkat Lunak)
Definisi Software Engineering menurut IEEE pada proyek SWEBOK(Software Engineering Body of Konwledge) adalah aplikasi sistematik, disiplin, pendekatan kuantitatif untuk pengembangan, operasi dan pemeliharaan dari software; dapat disimpulkan sebagai teknik aplikasi untuk perangkat lunak. Jadi Software Engineering adalah disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal spesifikasi, desain, implementasi sampai pada pemeliharaan setelah digunakan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, IEEE Computer Society membentuk tim khusus untuk menyusun pohon ilmu software engineering, http://swebook.org
Evolusi kurikulum komputer di Indonesia dimulai sekitar tahun 80-an, dengan melihat karakteristik komputer yang saat itu terasa sangat dekat dengan perangkat elektronika, maka kurikulum bidang ini dirancang dengan menggunakan pendekatan ilmu elektro. Kemudian berkembang lagi, pada awal 1990-an berkembang lagi dua cabang keilmuan yaitu ilmu komputer dan manajemen informatika. Pada tahun 2002, APTIKOM ( Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer ) se-Indonesia mengadopsi kurikulum dari ACM dan IEEE. Pada saat inilah terjadi perubahan program studi menjadi tiga :
1. Sistem Komputer ( Computer Engineering )
2. Teknik Informatika / Ilmu Komputer ( Computer Science )
3. Sistem Informasi ( Information System )
Berikut kurikulum yang diadopsi dari ACM dan IEEE.
1. Computer Engineering Sistem Komputer / Teknik Komputer
2. Computer Science Teknik Informatika / Ilmu Komputer
3. Information Systems Sistem Informasi / Manajemen Informatika
4. Information Technology Bagian dari Teknik Informatika / Ilmu Komputer
5. Software Engineering Bagian dari Teknik Informatika / Ilmu Komputer
Pada saat ini program studi atau jurusan Software Engineering belum ada. Software Engineering umumnya merupakan bagian dari mata kuliah program studi Teknik Informatika, tetapi ada juga beberapa perguruan tinggi yang memasukkan Software Engineering kedalam program studi Sistem Informasi. Mengingat banyaknya bahasan yang ada dalam matakuliah Software Engineering, mata kuliah ini dibuat bertahap menjadi beberapa semester. Bahkan saat ini mata kuliah ini ada yang sudah dijadikan salah satu peminatan, sehingga mahasiswa akan lebih terkonsentrasi dalam membahas mata kuliah ini.
Hasil evaluasi berbagai pihak terkait belakangan ini memperlihatkan bahwa untuk program sarjana komputer, bidang studi Information System merupakan yang paling banyak diminati pada saat ini. Urutan berikutnya adalah kombinasi antara bidang studi Computer Science, Software Engineering, dan Information Technology. Dengan tren memperlihatkan tingginya tingkat peminatan untuk Software Engineering dan Information Technology. Sebaliknya untuk Computer Engineering, terjadi penurunan minat yang cukup signifikan.
Berdasarkan arahan dari Direktur Akademik dan Dirjen Dikti, berdasarkan analisa dan penyusunan kurikulum yang dilakukan oleh APTIKOM, maka akan dikenal lima buah program studi dalam rumpun informatika di Indonesia, yaitu :
1. Program Studi Sistem Komputer, perwujudan/penjemaan dari bidang ilmu Computer Engineering;
2. Program Studi Ilmu Komputer, perwujudan/penjelamaan dari bidang ilmu Computer Science;
3. Program Studi Teknologi Informasi atau Teknik Informatika, dulu merupakan bagian dari Computer Science dan sekarang merupakan bidang studi tersendiri di bawah naungan kurikulum Information Technology;
4. Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak, dulu merupakan bagian dari Computer Science dan sekarang telah menjadi bidang studi tersendiri karena perkembangannya yang sedemikian pesat, dengan mengacu pada kurikulum Software Engineering;
5. Program Studi Sistem Informasi bidang ilmu Information System
Jadi kini Software Engineering sudah merupakan program studi tersendiri, namun belum banyak perguruan tinggi yang membuka program studi ini. Karena hal ini baru dikemukakan pada RAKORNAS APTIKOM tahun 2008 yang lalu di Batam.
Dasar pertimbangan yang harus diperhatikan mengenai perbedaan software engineering dengan disiplin ilmu lainnya dalam rangka pengembangan kurikulum software engineering :
1. Pengembangan suatu kurikulum software engineering harus memiliki kepekaan terhadap pada perubahan teknologi, praktek, aplikasi, dan pengembangan baru serta pentingnya penyesuaian terhadap pengembangan teknologi. Institusi bidang pendidikan harus mampu mengadopsi dan bereaksi terhadap perubahan yang strategis dalam menghadapi perkembangan tekologi informasi yang semakin maju
2. Model kurikulum software engineering harus mendukung identifikasi pengetahuan dan keterampilan yang pokok yang harus dikuasai oleh lulusan sarjana software engineering.
3. Rekayasa perangkat lunak ada dasarnya adalah suatu disiplin ilmu yang luas. Studi mahasiswa yang mempelajari software engineering selama ini bersandar pada ilmu pengetahuan komputer yang bersifat konseptual dan teoritis, sedangkan mahasiswa seringkali menggunakan konsep disiplin ilmu seperti matematik, rekayasa, manajemen proyek dan beberapa aplikasi. Semua perangkat lunak yang dikembangkan oleh mahasiswa seharusnya dapat mengintegrasikan teori dan praktek sehingga diperlukan disiplin ilmu software engineering yang lebih spesifik.
4. Pengembangan kurikulum software engineering harus mengikut sertakan perwakilan dari dosen perangkat lunak, industri, perdagangan, pemerintah, dan para professional.
Namun masih banyak Kampus yang membuka jurusan selain yang diatas seperti ; (1) Jurusan Manajemen Informatika, (2) Jurusan Komputer Akuntansi/Komputerisasi Akuntansi yang tidak ada turunan atau pun perwujudan dari disiplin ilmunya. Keadaan seperti ini yang harus dan perlu dibenahi untuk tidak terjadi salah jurusan, salah asuh, apalagi salah disiplin ilmu bisa jadi apa generasi penurus selanjutnya?.
Bahan Bacaan
http://romisatriawahono.net/2008/06/30/software-engineer-sebagai-sebuah-profesi/
http://romisatriawahono.net/2006/02/24/arah-sdm-ti-dari-spesialis-ke-versatilis/
http://id.wikipedia.org/wiki/Rekayasa_perangkat_lunak
http://yainal.web.id/study-and-career/peneliti-teknologi-informasi-profesi-paling-di-cari-di-eropa
http://swebook.org
Rabu, 16 Desember 2009
Tren Terbaru Kurikulum Software Engineering
Diposting oleh aan ansori di 00.11
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar