Jumat, 28 Agustus 2009

OOP Part 2

Pemprograman berorientasi objek ( Object-Oriented )

Pemprograman berorientasi objek (Object Oriented Programming atau OOP) merupakan suatu konsep yang menyelesaikan masalah pemprograman dengan menggunakan pendekatan objek. Konsep OOP ini merupakan pengembangan dari konsep pemprograman sebelumnya yang dianggap kurang mampu menyelesaiakan tingkat pemprograman yang lebih kompleks. yaitu pemprograman fungsional (berdasarkan urutan fungsi secara sekuensial, seperti : Scheme, Lisp) dan pemprograman prosedural (berdasarkan prosedural kerja yang terkumpul dalam unit pemprograman bernama fungsi, seperti: C, Pascal). Pada pemprograman prosedural program ditulis dalam mode barisan linier yang bekerja dari atas ke bawah atau program merupakan kumpulan dari tahapan yang dijalankan setelah yang lain berjalan. Programming jenis ini dapat bekerja dengan baik untuk program kecil yang berisi code relative sedikit, tetapi ketika program menjadi besar, maka cenderung sulit untuk di-manage dan di-debug. Nah, konsep OOP inilah yang bisa mengatasi permasalahan tersebut.

Berikut ini adalah beberapa konsep dan istilah yang ditekankan pada OOP :

Objek (Object)
Pada dasarnya semua benda dalam dunia nyata dapat kita anggap sebagai objek. Dan apabila kita perhatikan lebih lanjut maka objek itu memiliki karakteristik, yaitu attribut (keadaan yang ada pada objek) dan behavior (kelakuan yang dimiliki oleh objek).
Attribute bisa dikatakan sebagai kata benda karena sifatnya yang pasif, benda tersebut tidak melakukan operasi tetapi justru menjadi target operasi.
Behaviour bisa disebut sebagai kata kerja, karena ia untuk menujukkan operasi apa yang dilakukan.
Dalam penerapannya pada perangkat lunak berorientasi objek, objek menyimpan attribute dalam variabel dan menyimpan behavior dalam method. Atau bisa dikatakan bahwa attribute adalah berbagai variable yang mengitari class, dengan nilai datanya bisa ditentukan di objek. Method adalah implementasi dari bagaimana bekerjanya sebuah class.

Abstraksi (Abtraction)
Abstraksi. Yaitu suatu cara bagaimana kita melihat objek dalam bentuk yang lebih sederhana. Sebagai contoh apabila kita melihat sebuah Sepeda Motor, kita tidak perlu mengetahui susunan komponen mesin dan komponen elektris lainnya yang sangat kompleks. Namun kita hanya memahami sepeda motor sebagai suatu entitas/sistem yang memiliki karakteristik tersendiri, yang ketika dinyalakan bisa digunakan sebagai alat transportasi. Dengan pemahaman yang sederhana ini maka ketika kita memakai sepeda motor, kita tidak perlu tahu betapa rumit komponen dan rangkaian yang menyusun sebuah sepeda motor. Karena yang perlu kita ketahui adalah bagaimana cara sepeda motor tersebut dikendalikan.
Jadi konsep abstraksi ini adalah bagaimana kita melihat suatu entitas/sistem yang kompleks yang terdiri dari subsistem-subsistem yang rumit dapat dipandang menjadi sebuah paket sistem yang sederhana.

Kelas (Class)
Kelas bisa kita ibaratkan sebagai sebuah cetakan atau prototype untuk membuat objek.

Kelas vs Objek
Kelas berbeda dengan objek. Kelas merupakan prototipe yang mendefinisikan variabel-variabel dan method-method sedangkan objek merupakan instansiasi dari suatu kelas.

0 komentar:


Free Blogspot Templates by Isnaini Dot Com and Cars Picture. Powered by Blogger